Kendal - Suasana pagi di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Terbuka Kelas IIB Kendal tampak berbeda. Deretan lahan yang telah diolah rapi menjadi saksi dimulainya penanaman jagung hibrida. Kegiatan ini menjadi bagian dari langkah strategis dalam mendukung ketahanan pangan nasional, Rabu (29/04/2026).
Kepala Lapas Terbuka Kendal, Nu’man Fauzi, turun langsung ke lapangan bersama para stakeholder.

Keterlibatan unsur TNI dan Polri, jajaran pegawai, peserta MagangHub hingga warga binaan pemasyarakatan (WBP) menambah semangat kolaborasi dalam kegiatan tersebut.
Ia menjelaskan, sebelum proses penanaman dilakukan, lahan seluas 3.500 meter persegi tersebut telah dipersiapkan secara matang.

“Perbaikan sistem drainase menjadi fokus utama guna mengantisipasi potensi banjir dan rob yang kerap terjadi di wilayah ini” jelas Fauzi.

Menurut Fauzi, Langkah ini dinilai penting agar tanaman dapat tumbuh optimal dan hasil panen dapat maksimal. Dengan kondisi lahan yang telah diperbaiki, proses penanaman pun berlangsung lebih terarah dan terencana.
Tak berhenti di tahap awal, Lapas Terbuka Kendal telah menyiapkan rencana lanjutan. Setelah lahan 3.500 meter persegi ini selesai ditanami, kegiatan serupa akan diperluas ke area sekitar 2 hektare.
Program ini sekaligus menjadi bagian dari implementasi Program Aksi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan dalam mendorong pembinaan kemandirian bagi WBP. Melalui kegiatan pertanian, para warga binaan mendapatkan keterampilan serta pengalaman langsung dalam mengelola usaha produktif.
Lebih dari itu, langkah ini menjadi kontribusi nyata Lapas Terbuka Kendal dalam menyukseskan program ketahanan pangan nasional yang tengah digalakkan pemerintah.
Lebih lanjut, Iwan Kusmawan selaku Kasi Bimnadik Giatja menuturkan “Dengan semangat kebersamaan dan pengelolaan yang terarah, penanaman jagung hibrida ini diharapkan mampu memberikan hasil yang bermanfaat bagi lingkungan lapas serta berdampak lebih luas bagi masyarakat sekitar” pungkas Iwan.
(Humas Lapas Terbuka kendal)
